
Palembang, 12/7 (Sumselnian.com) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumatera Selatan menyiapkan beberapa program yang dapat memotivasi masyarakat di provinsi setempat melestarikan kebudayaan daerah.
“Program untuk memotivasi masyarakat aktif melakukan kegiatan yang dapat melestarikan kebudayaan daerah seperti pelatihan seni dan tradisi, festival, pemanfaatan teknologi serta media sosial,” kata Plt Kadisbudpar Sumsel Pandji Tjahjanto di Palembang, Sabtu.
Menurut dia, untuk melestarikan kebudayaan daerah, selain menyiapkan program tersebut, pihaknya juga mengharapkan partisipasi dari semua pihak dan lapisan masyarakat.
Dengan adanya partisipasi dari semua pihak dan lapisan masyarakat, upaya pelestarian kebudayaan daerah dapat berjalan sesuai harapan bersama, katanya.
Dia menjelaskan seni dan budaya Sumsel yang perlu dilestarikan seperti upacara adat Bekarang Iwak, Sedekah Rame, dan Ngobeng, kesenian tradisional seperti tari Gending Sriwijaya dan Tari Tanggai.
Kemudian kearifan lokal seperti rumah adat Limas, pakaian adat Aesan Gede dan Aesan Paksangko, serta seni ukir kayu Palembang.
Lalu upacara adat Ngobeng adalah tradisi makan bersama dalam acara-acara penting seperti pernikahan atau khitanan di Kota Palembang, serta kesenian tari Gending Sriwijaya adalah tarian penyambutan yang menggambarkan keanggunan dan keramahan masyarakat Palembang, dan seni ukir kayu Palembang adalah ukiran khas pada rumah, perabot, dan benda-benda lainnya yang memiliki nilai seni dan filosofis tinggi.
Kearifan lokal rumah Limas adalah rumah adat khas Palembang yang memiliki arsitektur unik dan mengandung nilai-nilai filosofis. Sedangkan pakaian adat Aesan Gede dan Aesan Paksangko adalah pakaian tradisional yang melambangkan kebesaran dan keanggunan masyarakat Sumatera Selatan, jelas Kadisbudpar Pandji. (AN)